Menghidupkan Sunnah, Memperkuat Ukhuwah
![]() |
| Rihlah sahabat Forum Tarbiyah di Botanical Garden, Shah Alam |
Rihlah sahabat Forum Tarbiyah di Botanical Garden, Shah Alam “ Kak sering-sering aja ada rihlah gini “ tegur fulanah “ kenapa emang dek? “ ...
Muslimah Produktif Kunci Menjadi Arsitek Peradaban
Oki yang pernah berencana mengambil kuliah S3 di IIUM ini juga sangat antusias ketika menceritakan impian-impian nya kelak, katanya "saya ingin anak-anak saya menjadi hafiz dan hafizhah" dan beliau berkata "karna PR sepanjang masa adalah belajar dan menghafalkan Al-Qur'an, semoga kita bisa sukses di dunia, terkenal di penduduk dunia dan insyaAllah terkenal di penduduk langit, itu jauh lebih berharga".
Oki Setiana Dewi berbagi pengalamannya Kuala Lumpur, 12 Februari 2017, Seminar Muslimah bertemakan "Muslimah ...
Aksi 411 dan Wajah Islam di Indonesia ke Depan
| Arya Sandhiyudha menyampaikan paparannya |
Pemerhati politik internasional itu menjawab bahwa usaha-usaha tersebut pastilah ada sebagaimana yang telah ia jelaskan sebelumnya. Ia mengajak, tugas kita sebagai generasi muda adalah menyiapkan segala yang ada. Generasi muda Indonesia harus mempersiapkan yang terbaik bagi negeri ini dari latar belakang masing-masing. Ia memberikan perandaian, jika seandainya terjadi perang dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan, apakah sektor keilmuan kita sudah siap. Jika mahasiswa politik maka harus berpikir apakah kebijakan politik dan kerjasama internasional Indonesia sudah cukup matang untuk terlibat dalam peperangan. Mahasiswa ekonomi harus mempersiapkan apakah pertumbuhan dan stabilitas ekonomi Indonesia siap jika seandainya kita terlibat peperangan. Begitu juga dengan berbagai sector keilmuan yang lain. Baginya, hal ini sangatlah penting sebagai upaya optimalisasi bonus demografi yang sekarang sedang terjadi di Indonesia. Di mana generasi muda Indonesia harus dipersiapkan sebaik-baiknya.
Arya Sandhiyudha menyampaikan paparannya Jumat tanggal 11 November 2016, Forum Tarbiyah (FOTAR) dan Persatuan Pelajar Indonesia IIUM berkola...
Pendidikan Bermutu, Syarat Hakiki Bangsa Besar
| Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, berbagi nasihat pada mahasiswa Indonesia di IIUM |
"Pendidikan bukan segala-galanya, tapi semua berasal dari pendidikan"
Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, berbagi nasihat pada mahasiswa Indonesia di IIUM "Pendidikan bukan segala-galanya, tapi semua...
Fotar: Melanjutkan Perjalanan Dakwah
![]() |
| Dr. Mira Kartiwi memberikan taujih |
| Prosesi serah jabatan dari Amjad Dhiyaulhaq kepada Kieren Akbar |
Jumat (7/10) lalu Fotar mengadakan Musyawarah Akbar yang menandai berakhirnya kepengurusan periode 2015-2016 yang dinakhodai oleh saudara Am...
Sepenggal Cerita dari Pantai Seri Bulan: Rihlah Fotar
![]() |
| Foto di pantai, melawan arus! :D |
Pantai Seri Bulan, 17092016 - 16:36
Memanfaatkan libur panjang akhir pekan, pada Sabtu (17/9) Forum Tarbiyah IIUM mengadakan kegiatan rihlah ke Pantai Seri Bulan, Port Dickson...
Yuk, Berbagi Kebahagiaan untuk Para Petugas Kebersihan IIUM
![]() |
| Mak Nurlela |
Kontak: Sdr. Kieren Akbar +60 11-3374-0936
Donasi:
Bank Muammalat Malaysia - 1407-0010199-72-1 - a.n. Yusuf Ali
Bank Muammalat Indonesia - 2410-01583 - a.n. Amjad Dhiyaulhaq
June 10, 2016
Mak Nurlela "Biar gigi Mak sudah habis, Mak puasa penuh tau. kerja pun meski sedikit Mak tetap buat. Allah tak suka kalau kita ni malas...
Family Gathering Fotar: Menyegarkan Kembali Badan dan Pikiran
![]() |
| Peserta Family Gathering Fotar, sebagian sudah pulang, hehe. |
"Siapan saja nama.... huh.. hah.. huh.. nama para asabiqunal... huh.. hah.. huh.. assabiqunal awwalun!" baru mau membacakan pertanyaannya saja sudah terengah-engah, hehe.
Ia lantas mengulik lebih lanjut, "Kota di Arab..." Dan benar. Lalu ia mulai menyebutkan beberapa nama kota, mulai dari, "Teheran...", lalu "Damaskus..", kemudian "Qatar". Jengkel mungkin karena tak kunjung benar, si peserta menjawab secara random, "Seoul..." Haha, tawa pecah.
![]() |
| Melingkar :) |
Peserta Family Gathering Fotar, sebagian sudah pulang, hehe. Pagi, 7 Mei 2015. Matahari meninggi. Kampus IIUM sudah sibuk. Sebagian ...
Akmal Sjafril: Jangan Takut Bilang LGBT itu Salah!
![]() |
| Akmal Sjafril di IIUM |
Tarik ulur pendapat tentang isu LGBT tengah menghangat akhir-akhir ini. Dikemas melalui berbagai acara di layar kaca, mengudara dari pagi buta hingga malam larut. Pun di sosial media, adu pendapat bahkan tak jarang berakhir pada pemblokiran. Bilik-bilik kajian riuh. Fotar pun berusaha untuk mengulik lebih jauh isu ini. Jumat (19/2) lalu berkesempatan hadir ke forum diskusi Fotar adalah ustaz Akmal Sjafril, peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS). untuk kemudahan, selanjutnya akan kami tulis Akmal saja.
Perang Pemikiran
Memulakan diskusi, Akmal menggarisbawahi betapa besarnya tantangan yang dihadapi oleh umat Islam era ini. Bila di masa silam umat Islam harus turun ke medan perang untuk menegakkan panji-panji tauhid, maka masa ini umat Islam harus menghadapi peperangan yang lebih rumit: perang pemikirin, ghazwul fikri.“Ghazwul fikri yang harus kita hadapi ini lebih berbahaya daripada perang bersenjata. Kekalahan di perang fisik muaranya adalah syuhada. Sementara kalah dalam perang pemikiran akan menjadikan kita budak, boneka!", tegasnya.
Serangan pemikiran sendiri dilancarkan melalui berbagai cara. Satu diantaranya adalah propaganda media yang memupuk pelabelan umat Islam sebagai teroris. Peristiwa WTC lima belas tahun silam misalkan, selalu meletakkan umat Islam sebagai dalang teror. Tetapi ternyata fakta dan kajian para ahli rancang bangun mengatakan lain.
"Jelas, propaganda semacam itu tak jarang membuat umat Islam ragu membela agama karena takut label terorislah yang malah akan diterima!", ujarnya kemudian.
Itulah mengapa Akmal meyakini paham seperti liberalisme sangat bertentangan dengan Islam. Bukan hanya karena akan membuat umat Islam enggan membela agamanya, tetapi juga meninggalkan pedoman agama atas nama kebebasan. "Tuntunan kita sebagai Muslim kan sudah jelas, Qur'an dan Hadist. Islam salah satu maknanya adalah patuh. Makna lainnya adalah selamat. Jadi kalau mau selamat, ya harus patuh. Apa yang kita imani? Qur'an dan Hadist atau kebebasan?", tanyanya retoris.
LGBT dan Pengetahuan Semu
Konsep jenis kelamin manusia misalnya, dikaburkan menjadi gender. Bahkan dibuat seolah-olah keduanya adalah sinonim, padahal tidak. Jenis kelamin memiliki konsep pengelompokan dan identifikasi yang jelas: laki-laki dan perempuan. Sementara gender memburamkan pengelompokan tersebut menjadi sebatas ciri-ciri: maskulin dan feminin. Worldview barat mempercayai bahwa keduanya adalah konstruksi sosial yang cair, maskulin tidak harus laki-laki dan feminin tidak harus perempuan.
Berangkat dari sinilah konstruksi baru lantas dibangun: hubungan antar lelaki (homoseksual) atau antar perempuan (lesbian) seolah tidak masalah selama mempertemukan kedua konsep gender, maskulin dan feminin.
Dari konsep yang sama lantas muncul biseksual, mereka yang memiliki kecenderungan untuk berpasangan baik dengan sesama maupun lawan jenis. Dari pembelokan istilah itu pula kemudian dimunculkan konsep transgender: orang yang jenis kelamin dan identitas gendernya tidak bersesuaian.
Konsep-konsep baru tersebut lantas disebarkan (seolah) sebagai pengetahuan. Istilah-istilah baru digunakan. Tentu saja agar lebih mudah diterima oleh umum. Istilah homosexual semisal, baru muncul sekitar awal abad keduapuluh. Sebelumnya terma ini dikenal sebagai sodomite, merujuk pada kaum Sodom yang dilaknat dalam Injil. Dengan penggunaan istilah baru ini, dibuat seolah-olah hal tersebut adalah hal wajar, sekadar bagian dari seksualitas. Bahkan lantas dikenal istilah gay, yang dalam bahasa Inggris juga bermakna bahagia. Upaya pembangunan opini tentu saja.
Pun dengan istilah AIDS, yang digunakan untuk 'memperhalus' istilah Gay-related immune deficiency (GRID) yang sudah terlebih dahulu diusulkan. Merujuk pada satu klaster penyakit yang merebak di kalangan homoseksual di New York and California bagian selatan.
Yang paling lucu menurut Akmal adalah istilah phobia yang kerap kali dilekatkan pada mereka yang tegas menolak LGBT. "Phobia itu termasuk gangguan mental lhoh. Jadi kita yang tegas menolak ketidaknormalan ini malah disebut terganggu mentalnya? Lucu kan? Jangan-jangan malah mereka yang phobia pada kenormalan, normal-phobia.", ujarnya terkekeh.
Lawan
Tantangan tersebut lantas dijelaskan melalui ayat 8 surat tersebut, Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh. Dan 'diberikan contoh' melalui turunnya malaikat untuk menghukum umat Luth yang sodom pada paruh kedua surat.
Akmal menandaskan, dengan apa yang sudah dijelaskan panjang lebar dalam Al Qur'an, umat Islam harus mulai mengalihkan energinya untuk melakukan perlawanan. "LGBT itu salah. Dasarnya jelas. Kita harus lebih fokus ke bagaimana melawan ide-ide pembenaran konsep tersebut!"
Dalam konteks dakwah, Akmal berpendapat kita harus bisa membangun satu konstruksi ide yang tidak hanya menunjukkan bahwa konsep yang mereka usung itu salah, tetapi juga tidak sesuai dengan fitrah manusia.
Bila mereka gencar menyebarkan opini mereka di sosial media semisal, maka kita juga tidak boleh kalah gencarnya mengingatkan umat. Akmal pun mengisahkan pengalamannya yang sampai diblokir oleh Facebook karena mengunggah grafis bahwa LGBT adalah penyakit.
Dan karena itu penyakit, Akmal yakin bahwa kaum LGBT bisa disembuhkan, sebagaimana juga disebutkan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dalam pernyataan sikapnya.
"Yang paling bersesuaian dengan kiprah teman-teman mahasiswa pada akhirnya kerja-kerja akademik. Jangan sampai teman-teman ini iya-iya saja dijejali dengan berbagai pengetahuan semu. Bolong-bolong logikanya akan sangat mudah dikenali kok. Jangan takut untuk mengatakan mereka itu salah!"
Wallahu a’lam bish shawaab.
*Pengelompokan bagian-bagian catatan ini semata dilakukan untuk mempermudah pembacaan. Pembicara sendiri membagi pembicaraannya ke dalam tiga topik umum: ghazwul fikri, liberalisme, dan LGBT. Catatan ini juga mengikutkan sebagian besar materi tanya jawab. (Red)
Akmal Sjafril di IIUM Tarik ulur pendapat tentang isu LGBT tengah menghangat akhir-akhir ini. Dikemas melalui berbagai acara di la...
Ketika Cinta Bersemi, Sebuah Catatan Singkat
Jum'at (12/2) lalu Forum Tarbiyah menyelenggarakan diskusi terbuka bertema 'Ketika Cinta Bersemi'. Hadir sebagai pembicara adalah Qoriatul Hasanah (Mahasiswa Master IRK) dan Ghazi Azhari (Mahasiswa Ekonomi). Sementara pemantik diskusi dipegang oleh Nurul Anisak, mahasiswa Master of Finance.
Dikemas dengan format santai, diskusi dibuka dengan pemaparan materi tentang fenomena hari kasih sayang. Ghazi memaparkan latar belakang keberadaan hari tersebut yang berakar dari kebudayaan Pagan. Dan berlanjut ke masa kuno Romawi.
Sementara Qori yang juga lulusan Al-Azhar mengupas bagaimana Islam memandang fenomena tersebut. Ia menyitir pendapat Ibn Taimiyah yang menyatakan bahwa sesungguhnya perayaan atau hari raya adalah syari'at. Sehingga yang manusia harus ikuti adalah apa-apa yang Allah SWT syari'atkan saja. Dan jelas hari kasih sayang bukanlah bagian syari'at yang dimaksud.
Diskusi semakin seru begitu memasuki sesi tanya jawab. Beberapa bahkan menyelipkan curhat dalam tanyanya. Warna-warna kisah cinta mengalir deras. Mulai dari masalah long distance relationship, hubungan tanpa status, batas-batas kekaguman, hingga perjodohan dan konsep taaruf.
Qori mengingatkan bahwasanya hati adalah area Allah, Sang Pemilik Hati. Artinya ketika terjadi gejolak dalam hati, maka manusia harus mengembalikannya kepada Allah. Ia menceritakan kembali kisah Salman Al Farisi dan Abu Darda. Salman meminta sahabatnya tersebut untuk menemaninya melamar seorang wanita Anshar. Tetapi ternyata wanita tersebut lebih tertarik pada si pengantar, daripada pelamarnya.
"Tetapi, Salman paham bahwa Allah-lah Sang Penggerak Hati. Ia lapang dada menerimanya. Bahkan menyerahkan mahar yang telah ia siapkan kepada Abu Darda dan mau menjadi saksi pernikahan mereka.", tuturnya.
Ghazi pun mengamini hal tersebut. Ia menilai bahwa gejolak dalam hati manusia adalah bentuk ujian dari Allah untuk melihat seberapa besar cinta manusia kepada Allah SWT.
"Semakin besar cinta kita kepada Allah, maka semakin minim gejolak hati yang kita rasakan. Kenapa? Karena kita takut pada Allah. Kita tahu apa yang dilarang dan apa yang tidak!"
Meski demikian, keduanya sepakat bahwa kita tidak boleh serta merta memposisikan orang-orang yang belum bisa 100% mengamalkan tuntunan Islam tersebut sebagai orang salah. Proses pemahaman dan pengajaran harus dilakukan dengan lemah lembut dan perlahan-lahan.
Pada intinya, ketika cinta bersemi di hati, rayulah Sang Pemilik Hati karena sungguhlah Ia Maha Mengetahui. Dan jangan lupa: jaga hati dan terus berbaik sangka. Gunakan waktu untuk memperpantas diri, seperti yang umum disebutkan: Bagaimana Allah mau ngasih kita jodoh yang kualitas A sementara kita sendiri masih D? Betul nggak Mblo?
Wallahu a'lam bishawab.
Jum'at (12/2) lalu Forum Tarbiyah menyelenggarakan diskusi terbuka bertema 'Ketika Cinta Bersemi'. Hadir sebagai pembicara adala...
Ketika Cinta Bersemi, Sebuah Catatan Singkat
| KCB |
Dikemas dengan format santai, diskusi dibuka dengan pemaparan materi tentang fenomena hari kasih sayang. Ghazi memaparkan latar belakang keberadaan hari tersebut yang berakar dari kebudayaan Pagan. Dan berlanjut ke masa kuno Romawi.
Sementara Qori yang juga lulusan Al-Azhar mengupas bagaimana Islam memandang fenomena tersebut. Ia menyitir pendapat Ibn Taimiyah yang menyatakan bahwa sesungguhnya perayaan atau hari raya adalah syari'at. Sehingga yang manusia harus ikuti adalah apa-apa yang Allah SWT syari'atkan saja. Dan jelas hari kasih sayang bukanlah bagian syari'at yang dimaksud.
Diskusi semakin seru begitu memasuki sesi tanya jawab. Beberapa bahkan menyelipkan curhat dalam tanyanya. Warna-warna kisah cinta mengalir deras. Mulai dari masalah long distance relationship, hubungan tanpa status, batas-batas kekaguman, hingga perjodohan dan konsep taaruf.
Qori mengingatkan bahwasanya hati adalah area Allah, Sang Pemilik Hati. Artinya ketika terjadi gejolak dalam hati, maka manusia harus mengembalikannya kepada Allah. Ia menceritakan kembali kisah Salman Al Farisi dan Abu Darda. Salman meminta sahabatnya tersebut untuk menemaninya melamar seorang wanita Anshar. Tetapi ternyata wanita tersebut lebih tertarik pada si pengantar, daripada pelamarnya.
"Tetapi, Salman paham bahwa Allah-lah Sang Penggerak Hati. Ia lapang dada menerimanya. Bahkan menyerahkan mahar yang telah ia siapkan kepada Abu Darda dan mau menjadi saksi pernikahan mereka.", tuturnya.
Ghazi pun mengamini hal tersebut. Ia menilai bahwa gejolak dalam hati manusia adalah bentuk ujian dari Allah untuk melihat seberapa besar cinta manusia kepada Allah SWT.
"Semakin besar cinta kita kepada Allah, maka semakin minim gejolak hati yang kita rasakan. Kenapa? Karena kita takut pada Allah. Kita tahu apa yang dilarang dan apa yang tidak!"
Meski demikian, keduanya sepakat bahwa kita tidak boleh serta merta memposisikan orang-orang yang belum bisa 100% mengamalkan tuntunan Islam tersebut sebagai orang salah. Proses pemahaman dan pengajaran harus dilakukan dengan lemah lembut dan perlahan-lahan.
Pada intinya, ketika cinta bersemi di hati, rayulah Sang Pemilik Hati karena sungguhlah Ia Maha Mengetahui. Dan jangan lupa: jaga hati dan terus berbaik sangka. Gunakan waktu untuk memperpantas diri, seperti yang umum disebutkan: Bagaimana Allah mau ngasih kita jodoh yang kualitas A sementara kita sendiri masih D? Betul nggak Mblo?
Wallahu a'lam bishawab.
KCB Jum'at (12/2) lalu Forum Tarbiyah menyelenggarakan diskusi terbuka bertema 'Ketika Cinta Bersemi'. Hadir sebagai pemb...
Baru dan Memperbaharui
Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia
Hi guys apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT yaa. Oiya Alhamdulillah setelah terpilihnya Ketua FOTAR periode 2015/2016 Amjad...
Selamat - Belum Selamat!
Selamat kepada para pengurus yang sudah tuntas menunaikan amanahnya selama satu tahun ini. Semoga Allah lipatgandakan pahala atas amal kebaikan yang telah kita lakukan karenaNya. Namun, pembubaran ini bukanlah akhir dari sebuah amal dakwah, karena hakikatnya dakwah itu sepanjang hayat.
Terimakasih wa jazaakumullaahu ahsanal jazaa’ terucap kepada ketua dan para pengurus atas kontribusinya yang tak terhingga, juga kepada teman-teman yang tak henti berikan dukungan kepada FOTAR. Permohonan maaf yang sebesar-besarnya terungkap jika kinerja pengurus periode 2014-2015 belum semaksimal yang diharapkan.
| Fotarrr ********** |
Alhamdulillah, berkat rahmat dan kasih sayang Allah, kepengurusan FOTAR periode 2014-2015 resmi berakhir pada hari ini, 7 November 2015. K...
Rihlah FOTAR 2015 - Catatan Peserta
Nah, tepat tanggal 7 Februari lalu, semimggu setelah mejeng di kampus, Rihlah FOTAR 2015 akhirnya nongol. Rihlah kali ini ngga kalah seru dengan Rihlah-Rihlah sebelumnya. Agar lebih meyakinkan pembaca dengan keseruan Rihlah 2015, ini nih ada catatan kocak salah seorang peserta. Simak ya!
Hari ini tanggal 7 Februari 2015 kami pergi berekreasi bersama dalam perjalanan yang luar biasa dan pengalaman yang menarik bersama teman-teman di acara rihlah Fotar. Dalam perjalanan kami yang pertama yakni menuju ke taman layang-layang, tak lupa sebelum berangkat kami berdoa bersama di dalam bus tuk mengharapkan lindungan kepada Allah SWT dari apa-apa yang dikhawatirkan, karna hanya kepada Allah SWT tempat kita berlindung pun meminta pertolongan. Dalam perjalanan menuju taman layang-layang pagi itu, kami disuguhi snack untuk mengganjal perut yang sedari pagi belum dikasih sarapan hehe.. Okay, back to story, Alhamdulillah kita hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk tiba di tempat tujuan yang pertama.
Setibanya disana, kami begitu senang dan bahagia dipadu dengan gurauan-gurauan tuk penikmat suasana. Di pagi itu kami memulai acara dengan mengadakan ta’aruf agar saling mengenal satu sama lain. Setelah itu kami bermain sebuah game yakni menebak ciri-ciri sahabat Rasulullah dan yang kalah akan mendapatkan hukuman selfie bersama orang yang ada disekitar taman layang-layang. Selanjutnya game yang gak kalah seru dan menarik ialah mencari teka-teki disetiap pos yang letak pos tersebut ada yang dekat dan ada pula yang jauh dan sulit untuk menemukannya dan di setiap pos kita diminta untuk menjawab, memperagakan, dan membuat berdasarkan tantangan yang diberikan disetiap kelima pos tersebut.
Ada yang bisa menemukan posdengan cepat dan begitu pula sebaliknya sampai ada yang mengelilingi danau dan nggak jumpa pos sama sekali (kelompok ane nih hehe..), dan setelah bermain dengan banyak keseruan dan kelucuan yang dirasakan para peserta dan juga panitia, tibalah saatnya kami menikmati makan siang sambil beristirahat sejenak dan dilanjutkan dengan shola tdhuzur. Setelah itu kami lanjutkan perjalanan kedua untuk pergi ke sungai kanching dan setibanya di sungai kaching untuk tiket masuk hanya RM 5 cukup murahkan!! cuma nambah RM 3 dari harga nasi lemak hehe..
Nah, dengan tempat yang bagus dan waterfall yang indah. Begitu datang kami langsung melihat sekumpulan monyet-monyet nakal dan lucu dari hutan gunung yang ada di sungai kanching. Pada saat itu kami langsung berkumpul di tempat yang teduh kami bercerita sambil ta’aruf memperkenalkan satu sama lain, dan akhirnya saat selesai ta’aruf terjawab sudah rasa penasaran yang di dalam diri masing-masing penasaran itu siapa dan ini siapa, dan menambah keakraban dan rasa persaudaraan saat dimana kami membagi dua kelompok, ikhwan dan akhwat untuk saling share dan bertanya-tanya tentang apa itu fotar dan juga kami sempat diberikan beberapa masukan dan motivasi.
Sudah 30 menit tak terasa berbincang-bincang di dalam hati sudah tak sabardan ingin segera menyambangi waterfall untuk menyegarkan badan sambil BBQ-an. Sampainya diatas, setengah populasi ikhwan udah naik ketempat yang lebih tinggi di waterfall atas buat nyebur, sementara para kakak-kakak Master Chef yang baik hati sibuk dengan panggangan di sela-sela memanggang sosis, kami kecurian beberapa sosis yang dibawa lari oleh simonyet (eeh dasar Monyeeet!!) ternyata monyetnya gak hanya lucu tapi juga ahli dalam kecepatan tangan^___^. tapi tak mengapa karna simonyet belum pernah nyobain sosis jadi di ikhlasin aja.
Setelah seneng dan kenyang bareng maka selesailah acara kami dan kami segera turun ke bawah dan siap-siap kembali ke bus untuk pulang ke UIA. Eiits sebelum pulang kami tak lupa untuk selfie tapi bukan self maksudnya selfie rame-rame hehe.. Nah, setelah itu kami bersegera untuk cepat masuk ke dalam bus supaya gak dimarahin lagi tentang IMAN & TAQWA hehe…
(Oleh: Alfian R.S.)
Rihlah FOTAR adalah agenda wajib tahunan untuk menyambut teman-teman yang baru bergabung menadi student IIUM. Bahkan rihlah ini menjadi aca...
Advance Training for Muslim Ranker Jilid II
![]() |
| Khusyu' |
Training kali ini ngga kalah seru lho dari training yang pertama. Dengan menghadiri dua pembicara yang sangat berpengalaman dalam dakwah (sekolah dan kampus), training ini seolah telah mengembalikan gairah dakwah FOTAR yang mungkin sempat memudar.
Sesi pertama dengan topik "bagaimana menyentuh hati" yang disampaikan oleh pemuda nan juga berjiwa muda, Ghazi Azhari, telah berhasil menyihir peserta dengan berbagai pengalamannya yang sangat inspiring dalam menyelinap lalu menyentuh hati siapa saja yang ditemuinya.Pemaparannya membuat banyak peserta tertohok dan berteriak dalam hati "selama ini saya kemana aja?! ngapain aja?! >.<".
Sesi kedua yang ngga kalah ketje dengan tema "sholeh pribadi dan sosial" diisi oleh senior dakwah kampus yang semangat mudanya tak pernah padam, Mbak Yuni Yulia Farikha, juga telah membuat mata-mata peserta tak henti-hentinya terpana. Mahasiswi Phd. ini ketika S1 dulunya merupakan mahasiswi yang aktif bergabung dan berdakwah dalam 8 organisasi. Subhanallah!
Dengan segala keterbatasan persiapan dan dengan izin Allah, acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Training ini diharapkan bisa meningkatkan semangat, mutu, dan kualitas kerja para pasukan kebaikan, baik bagi peserta training maupun para pembaca blog ini yang belum berkesempatan hadir. Nantikan terus ya training-training FOTAR berikutnya yang ngga kalah keren!
Khusyu' Sebagai seorang muslim, tentu kita harus selalu memperbaharui semangat kita dalam dakwah ini. Agar barisan dakwah ini sela...
Antara Aku dan Cinta (AADC): Saatnya Mengupas Makna Cinta yang Sebenarnya
Semarak cinta di kalangan pemuda membuat para aktifis FOTAR yang berkolaborasi dengan PPI-IIUM untuk menyelenggarakan acara yang menjadikan cinta sebagai tema utama. Dengan rahmat Allah, acara yang bertajuk "Antara Aku dan Cinta (AADC): Saatnya Mengupas Makna Cinta yang Sebenarnya" ini terlaksana sepenuhnya pada tanggal 13 Februari 2015.
Acara yang mengangkat isu terhangat ini menghadirkan tiga pembicara super yang dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama diisi oleh kak Rosalina Risman yang secara khusus membahas cinta dalam perspektif psikologi, dan kak Witri Annisa yang memaparkan cinta dari pandangan islam, agar cinta tak hanya sekedar cinta tapi juga diridhoi Allah ta'ala.
Pada sesi kedua acara ini, Bapak Zulfan Haidar hadir untuk memberikan penjelasan lebih tentang cinta dan tentang Valentine's day serta larangan untuk merayakannya, berhubung esok harinya adalah Hari Valentine. Di sesi ini juga hadir adik-adik dari GIBS (Global Islamic Boarding School) yang menambah keseruan dengan penampilan tari mereka.
Dengan kolaborasi pembicara-pembicara hebat ini, acara AADC tampil dengan sempurna, menarik, heboh, dan tidak membosankan. Para panitia berharap agar tujuan dan esensi dari acara ini dapat terlaksana dan diaplikasikan dengan bahagia, baik dari pihak panitia maupun peserta.
Cinta itu indah jika Kau dan Aku = KUA :D
Cinta. Satu kata berjuta makna. Tak ada seorangpun yang bisa mendefinisikannya secara sempurna. Karena itulah cinta, tak bisa diungkap sepen...
Advance Training for Muslim Ranker
Mengingat hal itu, Divisi PSDM Fotar mengadakan sebuah workshop menarik bagi para pengurus Fotar. Workshop yang bertema "Advance Training for Muslim Ranker" ini diadakan kemarin, 22 November 2014, bertempat di Econs. Building.
Pembicara workshop ini adalah Pak Dimas Pradhasumitra, seorang mahasiswa S3 di Universiti Malaya. Pada sesi pertama beliau memaparkan tentang Syumuliyatul Islam (Kesempurnaan Islam) dan pada sesi kedua tentang Amal Jama'i (Bekerja sama). Beliau memaparkan dengan gaya yang menarik sehingga tak satupun peserta yang merasa ngantuk selama workshop. :D
Selain itu di akhir setiap sesi, ada aktifitas dan games yang seru selama workshop yang disajikan oleh pembicara dan juga panitia. Dan inilah yang membuat Workshop ini tidak membosankan sama sekali.
Setelah acara ini selesai, diharapkan para peserta yang juga pengurus Fotar memiliki semangat baru yang menggeliat di hati-hati mereka untuk kembali bekerja, berdakwah, dan menebar benih-benih keberkahan disetiap sudut-sudut kehidupan dan juga memiliki niat yang terus menerus diperbaharui yaitu meraih Ridho Allah.
"Ketika kita hidup untuk diri sendiri, maka umur kita selesai hanya dalam 3 baris. Namun ketika kita hidup untuk orang lain, in syaa Allah umat manusia akan mengingat kita disetiap karya-karya mereka."
إِنَّ الله يُحِبُ الذين يُقاتِلون في سَبيلِه صَفاً كَأَنَّهُم بُنْيانٌ مَرْصُوصٌ
Dalam mempertahankan keutuhan dan kesinambungan sebuah organisasi dan meningkatkan kualitas para pemegang amanah, diperlukan renewal atau p...
Advance Training for Muslim Ranker
![]() |
| Alhamdulillah |
Mengingat hal itu, Divisi PSDM Fotar mengadakan sebuah workshop menarik bagi para pengurus Fotar. Workshop yang bertema "Advance Training for Muslim Ranker" ini diadakan kemarin, 22 November 2014, bertempat di Econs. Building.
Pembicara workshop ini adalah Pak Dimas Pradhasumitra, seorang mahasiswa S3 di Universiti Malaya. Pada sesi pertama beliau memaparkan tentang Syumuliyatul Islam (Kesempurnaan Islam) dan pada sesi kedua tentang Amal Jama'i (Bekerja sama). Beliau memaparkan dengan gaya yang menarik sehingga tak satupun peserta yang merasa ngantuk selama workshop. :D
Selain itu di akhir setiap sesi, ada aktifitas dan games yang seru selama workshop yang disajikan oleh pembicara dan juga panitia. Dan inilah yang membuat Workshop ini tidak membosankan sama sekali.
Setelah acara ini selesai, diharapkan para peserta yang juga pengurus Fotar memiliki semangat baru yang menggeliat di hati-hati mereka untuk kembali bekerja, berdakwah, dan menebar benih-benih keberkahan disetiap sudut-sudut kehidupan dan juga memiliki niat yang terus menerus diperbaharui yaitu meraih Ridho Allah.
"Ketika kita hidup untuk diri sendiri, maka umur kita selesai hanya dalam 3 baris. Namun ketika kita hidup untuk orang lain, in syaa Allah umat manusia akan mengingat kita disetiap karya-karya mereka."
إِنَّ الله يُحِبُ الذين يُقاتِلون في سَبيلِه صَفاً كَأَنَّهُم بُنْيانٌ مَرْصُوصٌ
Alhamdulillah Dalam mempertahankan keutuhan dan kesinambungan sebuah organisasi dan meningkatkan kualitas para pemegang amanah, diperl...
To Be Wonderful Women (TO BE WOW) 1: Happy Weekend!
Apa kabar semuanya? Sehat-sehat aja kan?
Hari ini, tepatnya Ahad, 16 november 2014, kami dari keputrian ngadain acara seru looooo!! namanya Happy weekend yang bertema "TO BE WOW I"
Mau tau ga gimana acaranya??
Yuk mari kita intip kegiatannya.
![]() |
| Para peserta dan panitia foto bareng setelah having fun di "Happy Weekend" |
![]() |
| Lagi dengerin instruksi panitia. Ada yang fokus dengerin, ada yang fokus ke kamera :D |
![]() |
| Ahya, pemenang bingo virtual |
![]() |
| Juara 1 lomba antar team |
![]() |
| Juara 2 lomba antar team |
![]() |
| Hya hya! Lebih tinggi lagi ukhtiy! |
![]() |
| Oo ow.. Nyaris masuk :D |
![]() |
| Ini nih, pemain belakang layar (depan layar juga sih :D). |
Buat yang belum bisa hadir, jangan kecewa dan jangan bersedih.
Tenang aja, masih banyak lagi acara-acara yang ngga kalah seru.
Jangan lewatkan ya akhwat-akhwat shalihah...
Terima kasih semuanya yang telah ikut berpartisipasi pada ''Happy Weekend".
Assalamu'alaikum guys! Apa kabar semuanya? Sehat-sehat aja kan? Hari ini, tepatnya Ahad, 16 november 2014, kami dari keputrian ngada...
About
Forum Tarbiyah merupakan unit kegiatan mahasiswa Indonesia di IIUM (International Islamic University Malaysia) yang bergerak di bidang kajian dakwah Islam dan pembinaan sumber daya manusia.
Bertujuan meningkatkan kapasitas personal agar membentuk muslim yang shalih dan mushlih serta menyiapkan kapasitas kolektif untuk mewujudkan Indonesia Madani Baldatun Thoyibatun Wa Rabbun Ghafur.






















